Kasidah dari Seorang Anak

Aku tidak takut pada kematian. Karena, hidup yang mengabdikan diri untuk airmata, tidak akan lebih berarti daripada dedaunan yang kering. Hidup yang mencintai hati terluka, akan lebih indah dibandingkan dengan cinta yang menyembunyikan wajah nya.

Apabila hidup tidak pernah mati, tetapi tidak membiarkan jiwa nya hidup, maka dia akan mentamengi jiwa nya dengan bayang - bayang kematian. Karena kematian adalah pilihan yang lebih manis daripada penantian tak terbatas. Dia mampu menghidupkan jiwa yang pernah mati.

Kemarin, ketika rohku menyebrangi batas keduniaan; ketika dunia baruku berbahagia atas kelahiranku; ketika nyanyian merdu malaikat mulai terdengar sayup, aku sangat mencintai kehidupanku. Aku mencintai angin, laut, matahari, pasir, bahkan dia yang tak dapat dilihat oleh mata manusia. Aku mencintai para hati yang mengenalkan mereka kepadaku.

Saat terlalu banyak roh dilahirkan, aku bertanya kepada tabir waktu, untuk apa kelahiran kami disini, untuk apa Tuhan menciptakan kami dalam lingkaran kematian. Bukankah kenangan yang mati terkubur dalam ingatan akan lebih menyedihkan dibanding dengan ketiadaan ?

Aku berbicara tentang keberadaan yang seharus nya tidak pernah ada. Tentang kasih yang berakhir pada kebencian berkepanjangan, seperti kilau lautan yang membutakan.

1 Komentar:

  1. Kasidah dari Seorang Anak.. Dibalik Coretan Dinding yang Penuh Makna.. :)

    BalasHapus

Pembaca yang baik selalu meninggalkan kesan :]