Aku tidak takut pada kematian. Karena, hidup yang mengabdikan diri untuk
airmata, tidak akan lebih berarti daripada dedaunan yang kering. Hidup
yang mencintai hati terluka, akan lebih indah dibandingkan dengan cinta
yang menyembunyikan wajah nya.
Apabila hidup tidak pernah mati,
tetapi tidak membiarkan jiwa nya hidup, maka dia akan mentamengi jiwa
nya dengan bayang - bayang kematian. Karena kematian adalah pilihan yang
lebih manis daripada penantian tak terbatas. Dia mampu menghidupkan
jiwa yang pernah mati.
Kemarin, ketika rohku menyebrangi batas
keduniaan; ketika dunia baruku berbahagia atas kelahiranku; ketika
nyanyian merdu malaikat mulai terdengar sayup, aku sangat mencintai
kehidupanku. Aku mencintai angin, laut, matahari, pasir, bahkan dia yang
tak dapat dilihat oleh mata manusia. Aku mencintai para hati yang
mengenalkan mereka kepadaku.
Saat terlalu banyak roh dilahirkan,
aku bertanya kepada tabir waktu, untuk apa kelahiran kami disini, untuk
apa Tuhan menciptakan kami dalam lingkaran kematian. Bukankah kenangan
yang mati terkubur dalam ingatan akan lebih menyedihkan dibanding dengan
ketiadaan ?
Aku berbicara tentang keberadaan yang seharus nya
tidak pernah ada. Tentang kasih yang berakhir pada kebencian
berkepanjangan, seperti kilau lautan yang membutakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Kasidah dari Seorang Anak.. Dibalik Coretan Dinding yang Penuh Makna.. :)
BalasHapus